Sejarah UKM PP

UKM Pengembangan Pengetahuan yang disingkat UKM PP merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang yang sudah cukup berumur dan dibentuk pada tanggal 12 Mei 1997. Dalam kiprahnya cukup memberikan kontribusi yang tidak bisa dianggap remeh, namun dengan berkembangnya wacana dan idealisme mahasiswa maka kegiatan – kegiatan yang sifatnya sudah spesifik misalnya broad casting (sekarang PLBS) dan computer (sekarang PCC), mencoba memisahkan diri baik dari segi pengelolaan maupun struktural. Hal ini terjadi kira – kira antara tahun 1996 sampai dengan 1997, waktu itu pembina UKM Pengembangan Pengetahuan adalah ibu Ririn.

Pada waktu itu UKM Pengembangan Pengetahuan tidak memiliki kegiatan yang jelas, dan dari pimpinan POLINES waktu itu sebagai PD II adalah Drs. Sugiarto MBA. Memiliki pemikiran untuk melikuidasi UKM PP, kemudian sebagai pembina UKM PP, Ibu Ririn mencoba memberikan solusi pada pihak pimpinan dan UKM PP, yaitu dengan mengarahkan UKM PP pada kegiatan – kegiatan yang sifatnya ilmiah, sehingga lahirlah kegiatan – kegiatan misalnya, PENDAS Penelitian, kegiatan – kegiatan ilmiah dan lain – lain. Kemudian akhirnya pihak pimpinan menerima solusi tersebut, sehingga likuidasi terhadap UKM PP hanya sebatas isu saja.

Dengan berjalannya waktu, UKM Pengembangan Pengetahuan semakin jelas dan memiliki jati diri yaitu dengan menekan kegiatannya pada bidang penelitian, baik bersifat sosial maupun rekayasa. UKM PP dalam Anggaran Dasarnya memiliki sasaran dan tujuan yang jelas dengan selalu menanamkan semboyan Science without Religion is Blind, Religion without Science is Lame memberikan semangat menuju UKM PP yang Terdepan Maju dan Terpercaya.

UKM Pengembangan Pengetahuan (UKM PP) memiliki 7 departemen yaitu Departemen RobotikaDepartemen Karya IlmiahDepartemen Dana UsahaDepartemen Pendidikan dan PelatihanDepartemen Hubungan MasyarakatDepartemen Rumah TanggaDepartemen Human Resource Developmentdan Pengurus Harian. UKM PP merupakan UKM yang kaya prestasi, kaya kontribusi, baik bagi institusi, civitas akademika maupun masyarakat sekitar.